Program Kampus Mengajar, yang merupakan bagian dari inisiatif Kampus Merdeka, menawarkan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan mengajar di sekolah-sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, menekankan tujuan ganda dari program ini, yaitu untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi di kalangan siswa dan untuk memberikan dukungan pendidikan selama pandemi, terutama di sekolah-sekolah dasar yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Upaya ini merupakan bukti dari semangat kolaboratif antara sektor pendidikan tinggi dan pendidikan dasar.
Didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kampus Mengajar telah mendapatkan dukungan luas atas perannya dalam mengatasi tantangan pendidikan di daerah-daerah yang kurang terlayani. Sebanyak 18 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yang terdiri dari semester empat dan enam, berhasil berpartisipasi dalam angkatan pertama Kampus Mengajar. Para mahasiswa ini terpilih karena dedikasi mereka untuk membuat perubahan di sektor pendidikan.
Program yang berlangsung selama satu semester dari 9 Februari hingga 11 Juli 2021 ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa UMSU untuk mengimplementasikan pengetahuan akademis mereka di lingkungan pengajaran yang sesungguhnya. Para peserta ditugaskan ke sekolah-sekolah di mana mereka memainkan peran penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa di kelas dan mengatasi kesenjangan pembelajaran yang disebabkan oleh pandemi. Upaya mereka tidak hanya bermanfaat bagi sekolah, tetapi juga membekali para siswa dengan pengalaman mengajar yang berharga dan pertumbuhan pribadi.
Melalui keterlibatan mereka dalam Kampus Mengajar, mahasiswa UMSU telah menunjukkan komitmen mereka untuk meningkatkan sistem pendidikan di Indonesia. Inisiatif ini mencerminkan visi program Kampus Merdeka untuk menciptakan lulusan yang siap menghadapi masa depan yang memiliki kepedulian sosial dan mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat. Upaya kolaboratif antara universitas, institusi pemerintah, dan sekolah-sekolah lokal ini menyoroti potensi pendidikan sebagai kekuatan transformatif untuk pengembangan masyarakat.








