Pada tanggal 15 Desember 2021, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bekerja sama dengan Universiti Malaysia Perlis (UNIMAP) menyelenggarakan sesi Dosen Tamu yang menarik dengan tema “Folklore”. Acara akademik lintas budaya ini menghadirkan perwakilan dari kedua universitas: Sharmini Abdullah dari UNIMAP dan Dr. Bambang Panca Syahputra, S.Pd., M.Hum, dari UMSU. Setiap pembicara membawa perspektif yang unik, dengan fokus pada cerita rakyat dan kearifan tradisional dari budaya masing-masing, memperkaya pemahaman mahasiswa tentang beragam akar cerita rakyat dan pentingnya budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Sharmini Abdullah berbagi wawasan tentang cerita rakyat Malaysia, mengeksplorasi bagaimana cerita dan mitos membentuk bagian penting dari identitas negara dan menyampaikan pelajaran etika, nilai-nilai budaya, dan kesinambungan sejarah. Dalam presentasinya, Sharmini Abdullah menyoroti narasi yang diwariskan dari generasi ke generasi di Malaysia, menyoroti peran cerita rakyat dalam melestarikan bahasa, ekspresi budaya, dan kohesi masyarakat.
Sementara itu, Dr. Bambang Panca Syahputra didalam presentasinya menarik perhatian pada cerita rakyat Indonesia yang sangat kaya, dengan menekankan pada keragaman mitos, legenda, dan dongeng dari berbagai kelompok etnis di Indonesia. Dengan menyajikan tema dan nilai moral yang mendasari cerita rakyat Indonesia, Dr. Bambang Panca Syahputra menunjukkan bagaimana cerita-cerita ini mencerminkan kearifan lokal dan prinsip-prinsip sosial yang telah membentuk budaya Indonesia selama berabad-abad.

Acara Visiting Lecturer ini memberikan manfaat yang sangat signifikan bagi para mahasiswa UMSU, khususnya bagi mereka yang mempelajari sastra, kajian budaya, dan pendidikan. Terlibat dengan cerita rakyat dari perspektif budaya yang berbeda memberikan apresiasi yang lebih dalam terhadap narasi budaya mereka sendiri dan juga memperluas pemahaman mereka tentang warisan Asia Tenggara secara keseluruhan. Para mahasiswa mendapatkan paparan tentang bagaimana cerita rakyat berfungsi sebagai jembatan lintas generasi, mewariskan pelajaran hidup yang penting, adat istiadat, dan nilai-nilai etika.
Selain itu, mempelajari cerita rakyat dalam lingkungan akademis membekali mahasiswa dengan keterampilan berpikir kritis, karena mereka belajar menafsirkan simbolisme, tema, dan pesan moral yang tertanam dalam setiap cerita. Pemahaman ini sangat berharga bagi para mahasiswa yang nantinya akan mengajar atau melakukan penelitian di bidang sastra atau studi budaya, membantu mereka mendekati narasi budaya dengan perspektif yang bernuansa dan terinformasi.
Kolaborasi antara UMSU dan UNIMAP membuktikan komitmen kedua universitas untuk memberikan kesempatan belajar lintas budaya kepada mahasiswa. Melalui kemitraan ini, mahasiswa akan lebih siap untuk mengapresiasi, menganalisis, dan mengkomunikasikan pentingnya warisan budaya di dunia yang semakin mengglobal, yang pada akhirnya akan meningkatkan kompetensi akademis dan profesional mereka.








